Permata yang Hilang merupakan salah satu lagu dari Pas Band yang dirilis pada 1 Juli 2006. Di balik aransemen rock alternatifnya yang khas, lagu ini menyimpan makna yang sangat dalam. Sebuah kisah tentang hubungan cinta yang dipenuhi luka, pertengkaran, dan kegelapan, namun pada akhirnya menjadi cermin bagi siapa pun untuk menyadari kesalahan diri dan bergerak menuju perbaikan. Berikut merupakan makna dan lirik lagu Permata Yang Hilang milik Pas Band, versi koranmusik.com.
Daftar isi
Makna Lirik
Lagu ini mengisahkan seorang pria yang mengenang kisah cinta pahitnya dengan sang pasangan. Hubungan itu benar-benar dipenuhi ujian, pertengkaran, perdebatan, dan rasa sakit yang membuat segalanya menjadi gelap. Seolah-olah tidak ada kebaikan di dalamnya dan tak pernah terasa indah, selayaknya kilau permata.
Lagu dibuka dengan sosok pria yang teringat kembali pada hubungan masa lalunya. Lirik "Bersamamu kuarungi lautan berduri / Tanpa rasa, hanya luka mengisi nurani" menggambarkan bahwa hubungan tersebut amatlah menyakitkan, bagaikan mengarungi lautan yang penuh duri. Tidak ada lagi rasa cinta yang tersisa, yang ada hanyalah luka yang terus menumpuk dan meninggalkan bekas yang mendalam di nurani. Kata "lautan berduri" juga menjadi pengandaian yang kuat kalau perjalanan hubungan itu bukan sekadar sulit, melainkan melukai di setiap langkahnya.
Ketika hubungan itu sedang berada di titik terumitnya, bagai tenggelam dalam nestapa, sang pria merasakan betapa rapuhnya segalanya. Lirik "Biarkanlah kau bicara, hapus air mata / Biarkanlah kau meronta di dalam nestapa" menggambarkan perasaan pria itu kalau sang pasangan terlalu banyak bicara, mendebat, dan meronta. Sehingga hubungan itu selalu dipenuhi miskomunikasi dan salah paham. Tidak ada yang mau mendengarkan. Yang ada hanya keinginan untuk menang sendiri. Air mata pun mengalir, bukan karena sedih semata, tetapi karena frustasi atas hubungan yang terus berputar dalam lingkaran konflik tanpa ujung.
Melihat hubungannya hancur sebegitu parahnya, dada sang pria benar-benar berkobar menyimpan emosi. Lirik "Ku terhempas dan terinjak menahan emosi / Kau tertawa dan teriak, luluh asa ini" memperlihatkan bahwa sang pria merasa terhempas, diinjak oleh situasi yang tidak lagi bisa ia kendalikan.
Hingga akhirnya, sang pria pun berseru "Lepaskanlah tangan ini dan menutup mata / Lepaskanlah tubuh ini, terbebas derita." Ini adalah seruan dari lubuk hati sang pria kepada pasangannya seolah-olah "sudahlah, akhiri saja hubungan ini, lepaskan genggaman tangan ini, tutup mata dari segala yang telah terjadi, agar tubuh dan jiwa bisa terbebas dari derita yang terus menggerogoti." Bukan seruan kebencian, melainkan seruan kelelahan dari seseorang yang sudah tak sanggup lagi menanggung beban hubungan yang penuh luka.
Lirik pre-chorus menjadi titik refleksi terdalam sang pria frasa "Semua jadi hitam dan tak terpancar lagi / Cahaya yang kita pernah dambakan" Sang pria menyadari bahwa hubungan itu kini telah diliputi oleh duka, kesedihan, dan kenegatifan yang dilambangkan dengan warna hitam. Cahaya yang dulunya mereka dambakan bersama selayaknya kebahagiaan, kedamaian, cinta yang tulus, kini sudah tak terpancar lagi. Semuanya padam, tertutup oleh kegelapan konflik yang mereka ciptakan sendiri.
Lirik reff/chorus adalah inti dari seluruh lagu. Frasa "Lalui, dan berharap keabadian datang" mengandung pesan yang sangat mendalam. Sang pria menyadari bahwa manusia (termasuk dirinya sendiri) selalu berharap pada sesama manusia, ingin dicintai, ingin merasa benar, ingin mendapat pengakuan. Tanpa menyadari bahwa semua itu bersifat sementara dan rentan. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Harapan yang digantungkan pada hal-hal fana itulah yang pada akhirnya membawa kekecewaan dan kehancuran.
Sementara lirik "Ditanganku kau genggam permata yang hilang" menggambarkan bahwa antara sang pria dan kekasihnya, keduanya seolah-olah masih sama-sama menggenggam hubungan itu. Namun, hubungan tersebut telah kehilangan marwah (kehilangan kehormatan, kehilangan makna, dan kehilangan cinta) yang dulu menjadi fondasinya. Ibarat permata yang telah kehilangan kilau cahayanya, hubungan itu kini hanya tinggal cangkang kosong yang tak lagi memancarkan keindahan.
Pada akhirnya, lagu "Permata yang Hilang" menggambarkan perjalanan batin seseorang yang hancur oleh hubungan yang dipenuhi luka, pertengkaran, dan ego, hingga semuanya terasa hitam dan tak ada lagi cahaya kebaikan. Melalui rangkaian liriknya, lagu ini menegaskan bahwa suatu hubungan yang biasanya dilandaskan pada cinta, kepercayaan, dan ketulusan (yang semestinya bersinar bagai indahnya permata), ternyata bisa kehilangan semua kilau itu ketika konflik dan keburukan mengambil alih. Seolah-olah permata dalam hubungan itu hilang.
Bagi Yuki (vokalis Pas Band) lagu ini juga bukan sekadar lagu tentang patah hati atau hubungan yang gagal. Melainkan juga sebagai ajakan untuk berubah. Berubah dari kesalahan, berubah dari hubungan yang penuh keburukan, menjadi pribadi yang lebih baik.
Pesan moral dalam lagu ini seolah mengajak setiap pendengarnya terkhusus bagi siapa pun yang sedang bertengkar dengan pasangan, berselisih dengan keluarga, atau terjebak dalam lingkaran keburukan, untuk ber-islah (berdamai atau menghilangkan kerusakan). Pesan ini sangat senada dengan apa yang disampaikan oleh Yuki (vokalis Pas Band) dalam podcast YouTube Kaks Production. Dalam podcast tersebut, Yuki bercerita:
"Orang kadang nyalahin ini, nyalahin itu, dia lupa memperbaiki diri karena gak menyadari kalau dirinya jelek...... Teruslah berevolusi menjadi lebih baik, lebih baik lagi. Dalam agama kami, kami menyebutnya islah - Sumber: Kaks Production(9 Jul 2025)"
Lirik Lagu
Verse: 1
Bersamamu ku arungi lautan berduri
Tanpa rasa hanya luka mengisi nurani
Biarkanlah kau bicara
Hapus air mata
Biarkanlah kau meronta di dalam nestapa
Verse 2:
Ku terhempas dan terinjak menahan emosi
Kau tertawa dan teriak luluh asa ini
Lepaskanlah tangan ini dan menutup mata
Lepaskanlah tubuh ini terbebas derita
Pre-Chorus:
Semua jadi hitam dan tak terpandang lagi
Cahaya yang kita pernah dambakan
Chorus:
Lalui dan berharap keabadian datang
Di tanganku kau genggam permata yang hilang
Lalui dan berharap keabadian datang
Di tanganku kau genggam permata yang hilang
.......................................
Lalui dan berharap keabadian datang
Di tanganku kau genggam permata yang hilang
Lalui dan berharap keabadian datang
Di tanganku kau genggam permata yang hilang
Verse 1:
Bersamamu ku arungi lautan berduri
tanpa rasa hanya luka mengisi nurani
Bersamamu ku arungi lautan berduri
tanpa rasa hanya luka mengisi nurani
Musik dan Video Klip
Informasi lirik
Judul Lagu: Permata yang Hilang
Penyanyi: Pas Band
Penulis: Bengbeng, Trisno, Yuki
Dirilis: 1 Juli 2006
Album: The Beast of Pas (2006)
Label: PT Aquarius Musikindo
Genre: Alternative Rock
Baca berita dan artikel menarik lain koranmusik.com, di Google News