Makna dan Lirik Lagu Poppies Lane Memory Milik Slank

Lagu ini mengisahkan kenangan para personel Slank di sebuah jalan ikonik bernama Poppies Lane di kawasan Kuta, Bali. Disanalah untuk pertama kalinya m

Lagu "Poppies Lane Memory" milik Slank yang termuat dalam album bertajuk Tujuh (1998) ini memang ikonik. Di balik musiknya yang menghanyutkan dan balutan lirik nan romantis, sebenarnya ada kenyataan pahit yang disembunyikan Slank di balik inisial nama-nama wanita dalam lagu tersebut. Berikut merupakan makna dan arti lirik lagu Poppies Lane Memory milik Slank, versi koranmusik.com.

Daftar isi

Makna Lirik

Lagu ini mengisahkan kenangan para personel Slank di sebuah jalan ikonik bernama Poppies Lane di kawasan Kuta, Bali. Disanalah untuk pertama kalinya mereka "berkenalan" dengan deretan nama wanita berinisial Mira, Petty, Corrine, Disa, dan Joy. Sekumpulan sosok yang dianggap Slank begitu memikat sekaligus mencandui layaknya kekasih.

Namun, dikemudian hari terungkap bahwa nama-nama wanita tersebut merupakan plesetan dari jenis narkotika yang kerap dikonsumsi personel Slank saat itu. Mira merujuk pada minuman keras, Petty adalah Putau (heroin), Corrine adalah kokain, Disa merupakan psikotropika atau sabu, sedangkan Joy merujuk pada ganja (marijuana).

Melalui keterangan di kanal YouTube resmi Musik Slank, Kaka dan Bimbim menjelaskan latar belakangnya secara terbuka.

"Poppies Lane Memory itu sebenarnya nama jalan di kute bali. Nama-nama dari perempuan itu sebenarnya kamuflase dari drugs ya, dan kita membicarakannya dengan bahasa perempuan. Itu tempat nongkrong, kita pertama kali kena putau (narkoba) ya didaerah itu - Sumber: Musik Slank  (19 Maret 2021)”

Lewat wawancara ini, Kaka dan Bimbim seolah mengungkapkan kalau Lane Memory adalah nama jalan di Kuta, Bali, di mana nama-nama perempuan tersebut digunakan sebagai kamuflase untuk membicarakan narkoba melalui bahasa kiasan.

Sehingga sangat jelaslah bahwa lagu yang dibalut lirik "pahit-manis" kisah cinta masa lalu ini merupakan pengandaian terhadap ketergantungan narkoba dan pergaulan bebas di kawasan tersebut. Slank memilih menggunakan personifikasi wanita untuk menghindari sensor musik Indonesia yang sangat ketat pada masa itu.

Pada akhirnya, lagu ini menggambarkan memori masa muda yang liar dan tak terlupakan, namun juga bersifat merusak. Slank seolah-olah menikmati "candu" yang memberikan kesenangan sesaat, meskipun pada ujungnya hidup mereka menjadi sengsara akibat jeratan barang haram tersebut.

Melalui lagu ini, Slank berusaha menyampaikan pesan moral tentang bahaya narkoba yang terlihat indah dan memikat layaknya cinta manis seorang gadis, namun nyatanya menghancurkan masa depan. Hal ini senada dengan pernyataan Bimbim dalam wawancaranya dengan Planet Potlot bahwa narkoba sama sekali tidak bermanfaat dan proses rehabilitasinya sangatlah berat.

Lirik Lagu

[Verse]
Saat ku berlindung
Dalam pelukan Mira
Langsung ku kenal
Dissa
Hampir ku tenggelam
Aneh senyum tawanya
Juga ku kenal
Hey Corrine
Baru terpesona
Liar sinar matanya
Tambah ku kenal
Petty

[Pre-Chorus]
Lagi ku terbuai
Dalam kisah khayalnya
Aku tak sadarkan diri

[Chorus]
Aku dibawa terbang
Ke alam mereka
Aku dibawa rebah
Di rumput hijau
Dalam imaji
Lima dimensi
Ku cumbu
Joy

[Verse]
Saat ku berlindung
Dalam pelukan Mira
Langsung ku kenal
Dissa
Hampir ku tenggelam
Aneh senyum tawanya
Juga ku kenal
Hey Corrine
Baru terpesona
Liar sinar matanya
Tambah ku kenal
Petty

[Pre-Chorus]
Lagi ku terbuai
Dalam kisah khayalnya
Aku tak sadarkan diri
[Chorus]
Aku dibawa terbang
Ke alam mereka
Aku dibawa rebah
Di rumput hijau
Dalam imaji
Lima dimensi
Ku cumbu
Joy

[Chorus]
Aku dibawa terbang
Ke alam mereka
Aku dibawa rebah
Di rumput hijau
Dalam imaji
Lima dimensi
Ku cumbu
Joy

[Chorus]
Hu hu ho
Hu hu
Hu hu yeah
Uh uh
Uh uh uh uh uh
Uh hu
Uh hu
Uh uh uh uh uh
Uh uh
Uh uh
Uh uh uh uh uh
Uh uh
Uh
Oh oh oh

Musik dan Video Klip Lagu

Informasi Lirik Lagu

Judul Lagu: Poppies Lane Memory
Penyanyi: Slank
Penulis Lirik: Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim Slank)
Dirilis: 20 Januari 1998
Album: Tujuh (1998)
Label: Slank Records
Genre: folk rock, alternative rock, Indonesian Indie

Baca berita dan artikel menarik lain koranmusik.com, di Google News