Makna dan Arti Lirik Lagu Snow (Hey Oh) Milik Red Hot Chili Peppers

Arti kata Snow (Hey Oh) adalah Salju (Hei Oh). Kata ini merujuk pada dua hal yang berbeda. Pertama, salju melambangkan sebuah lembaran baru yang bersi

Lagu Snow (Hey Oh) dari Red Hot Chili Peppers menjadi salah satu lagu yang paling indah namun menyentuh hati di dalam album Stadium Arcadium (2006). Tema utama lagu ini menceritakan tentang perjuangan sangat keras untuk lepas dari kecanduan obat terlarang dan harapan untuk bisa memulai hidup baru yang lebih bersih. Berikut ini ulasan lengkap mengenai makna dan arti terjemahan lirik lagu Snow (Hey Oh), versi koranmusik.com.

Daftar isi

Makna Lirik

Lagu ini menceritakan tentang perjuangan  untuk lepas dari kecanduan obat terlarang dan harapan untuk bisa memulai hidup baru yang lebih bersih.

Dalam sebuah podcast di YouTube vokalis RHCP Anthony Kiedis menjelaskan kalau lagu ini bercerita tentang seseorang yang diberi kesempatan untuk memulai hidup kembali, setelah berjuang melawan kecanduan narkoba. Jadi menurut Kiedis, kata salju (snow) adalah perumpamaan kalau putinya salju, seperti sebuah kertas putih yang masih bersih dan kosong, di mana seseorang bisa mulai menuliskan kisah baru. Bagi sang vokalis, salju melambangkan harapan bahwa seburuk apa pun masa lalu seseorang, akan selalu ada kesempatan untuk memulai kembali dengan lembaran yang bersih.

Akan tetapi, kata salju di dalam lagu ini juga menyimpan arti lain yang lebih gelap. Di dunia jalanan, kata itu sering dipakai sebagai nama samaran untuk menyebut obat terlarang berjenis kokain, karena bentuknya berupa bubuk putih yang sangat mirip dengan salju. Karena itulah, sejak awal lagu, sang vokalis sebenarnya sedang menyisipkan bayangan masa lalunya sebagai mantan pecandu. Ia tidak hanya menjadikan salju sebagai lambang harapan, tapi juga sebagai pengingat akan barang jahat yang pernah menguasai dan menghancurkan hidupnya.

Makna tersebut semakin terasa kuat lewat lirik pembuka lagunya. Sejak awal, sang vokalis memberikan tanda bahwa lagu ini berhubungan erat dengan perjuangannya melawan obat terlarang. Kehidupan sebagai penyanyi rock yang terkenal, dengan segala tekanan dan godaannya, pernah membuatnya terjebak pada pikiran yang salah. Ia dulu mengira bahwa kebahagiaan hanya bisa didapat dari benda memabukkan itu. Ia selalu merasa butuh lebih banyak obat, padahal yang sebenarnya hilang dari dirinya bukanlah kesenangan, melainkan rasa tenang di dalam hatinya sendiri.

Bagian lirik yang berbunyi "Hey, oh" sering dianggap orang hanya sebagai teriakan untuk membuat lagu menjadi lebih semangat. Namun, ucapan "Hey, oh" itu terdengar sangat mirip dengan kata yayo, yang merupakan bahasa gaul lain untuk menyebut obat terlarang. Sang vokalis memang tidak pernah secara langsung membenarkan hal ini. Tapi jika melihat masa lalunya yang kelam, banyak orang yakin bahwa kata itu adalah cara halus sang vokalis untuk mengingat kembali masa lalunya yang dipenuhi obat-obatan. Dengan cara cerdas itu, ia menulis lagu tentang kesembuhan, sambil tetap jujur bahwa bayang-bayang masa lalunya tidak akan pernah benar-benar hilang.

Puncak kesadaran sang vokalis muncul pada lirik "When it's killin' me, when will I really see? When it's killin' me, what do I really need? All that I need to look inside?". Lewat lirik tersebut, sang vokalis akhirnya sadar bahwa obat terlarang bukanlah jalan menuju kebahagiaan. Benda jahat itu justru membuat pikirannya kacau, sehingga ia tidak pernah benar-benar mengerti apa yang ia butuhkan dalam hidup. Baru setelah ia pelan-pelan terbebas dari kecanduan, ia mulai bisa melihat ke dalam hatinya sendiri. Ia akhirnya menemukan bahwa kebahagiaan sejati tidak datang dari obat-obatan, melainkan dari rasa bersyukur dan menerima diri sendiri apa adanya.

Sang vokalis juga pernah bercerita bahwa lagu ini menggambarkan kebiasaan buruk manusia yang terus berulang. Seseorang sering kali ingin berubah menjadi baik, tapi malah berkali-kali kembali mengulangi kesalahan yang sama. Bagi sang vokalis, tantangan yang paling berat bukan hanya berhenti memakai obat, melainkan mengubah cara berpikir buruk yang selama bertahun-tahun sudah mengendalikan dirinya. Keinginan untuk berubah ini digambarkan lewat lirik tentang berlari melintasi padang salju, di mana semua jejak kaki masa lalu akan tertutup rapat. Itu berarti ia ingin meninggalkan masa lalu dan memilih jalan hidup yang baru, tanpa terus dihantui oleh kesalahan yang pernah ia buat.

Kesimpulannya, lagu ini bukanlah sekadar lagu biasa tentang kecanduan obat, melainkan tentang perjuangan luar biasa seorang manusia untuk keluar dari kebiasaan yang merusak hidupnya. Salju di lagu ini menjadi lambang yang memiliki dua arti, ia mengingatkan sang vokalis pada obat putih yang pernah menghancurkan hidupnya, tapi juga melambangkan lembaran baru yang bersih untuk memulai hidup lagi. Lewat lagu ini, sang vokalis memberikan pesan yang sangat indah: selama kita masih punya keberanian untuk memperbaiki diri dan terus melangkah maju, masa lalu yang buruk tidak akan pernah bisa merusak masa depan kita.

Arti Lirik

Arti kata Snow (Hey Oh) adalah Salju (Hei Oh). Kata ini merujuk pada dua hal yang berbeda. Pertama, salju melambangkan sebuah lembaran baru yang bersih, yang berarti sebuah harapan untuk memulai hidup baru yang lebih baik. Kedua, kata ini juga merujuk pada nama samaran untuk bubuk obat terlarang yang berwarna putih seperti salju, yang pernah merusak hidup sang vokalis di masa lalu.

[Verse 1: Anthony Kiedis]
Come to decide that the things that I tried

Akhirnya aku sadar bahwa hal-hal (obat terlarang) yang pernah kucoba
Were in my life just to get high on
Ada di hidupku hanya untuk membuatku mabuk sesaat
When I sit alone, come get a little known
Saat aku duduk sendirian, mari mulai sedikit memahami
But I need more than myself this time
Tapi kali ini aku butuh lebih dari sekadar diriku sendiri
Step from the road to the sea to the sky
Melangkah dari jalanan, menuju laut, hingga ke langit
And I do believe that we rely on
Dan aku sangat percaya bahwa kita bergantung pada
When I lay it on, come, get to play it up
Saat aku memulainya, ayo, mari kita mainkan
All my life to sacrifice
Seluruh hidupku untuk dikorbankan

[Refrain: Anthony Kiedis & John Frusciante]
Hey, oh

Hei, oh
Listen what I say, oh-oh
Dengarkan apa yang aku katakan, oh-oh
I got your hey, oh
Aku mengerti maksudmu, hei, oh
Now listen what I say, oh-oh (Oh)
Sekarang dengarkan apa yang aku katakan, oh-oh (Oh)

[Verse 2: Anthony Kiedis]
When will I know that I really can't go

Kapan aku akan sadar bahwa aku benar-benar tak bisa kembali
To the well once more, time to decide on
Ke sumur (kebiasaan buruk) itu lagi, saatnya untuk memutuskan
When it's killin' me, when will I really see
Saat hal itu perlahan membunuhku, kapan aku akan benar-benar sadar
All that I need to look inside?
Bahwa yang aku butuhkan hanyalah melihat ke dalam hatiku sendiri?
Come to believe that I better not leave
Mulai percaya bahwa aku sebaiknya tidak pergi
Before I get my chance to ride
Sebelum aku mendapat kesempatan untuk melaju hidupku
When it's killin' me, what do I really need
Saat hal itu membunuhku, apa yang sebenarnya aku butuhkan
All that I need to look inside?
Bahwa yang aku butuhkan hanyalah melihat ke dalam hatiku?

[Refrain: Anthony Kiedis & John Frusciante]
Hey, oh

Hei, oh
Listen what I say, oh-oh
Dengarkan apa yang aku katakan, oh-oh
Come back and hey, oh
Kembalilah dan hei, oh
Look at what I say, oh-oh (Oh)
Lihatlah apa yang aku katakan, oh-oh (Oh)

[Pre-Chorus: Anthony Kiedis with John Frusciante]
The more I see, the less I know

Semakin banyak yang aku lihat, semakin sedikit yang aku tahu
The more I like to let it go
Semakin aku ingin melepaskan semuanya
Hey, oh, wo-oh-oh-oh-wo
Hei, oh, wo-oh-oh-oh-wo

[Chorus: Anthony Kiedis with John Frusciante]
Deep beneath the cover of another perfect wonder

Jauh di bawah selimut keajaiban indah lainnya
Where it's so white as snow
Di mana semuanya terlihat sangat putih seperti salju
Privately divided by a world so undecided
Secara diam-diam terpisah oleh dunia yang sangat bimbang
And there's nowhere to go
Dan tidak ada tempat lain untuk pergi
In between the cover of another perfect wonder
Di antara selimut keajaiban indah lainnya
And it's so white as snow
Dan semuanya sangat putih seperti salju
Runnin' through the field where all my tracks will be concealed
Berlari melintasi padang salju di mana semua jejak kakiku akan tertutup rapat
And there's nowhere to go, ho!
Dan tidak ada tempat lain untuk pergi, ho!

[Verse 3: Anthony Kiedis & John Frusciante]
Went to descend to amend for a friend

Turun ke bawah untuk berdamai demi seorang teman
All the channels that have broken down
Menghubungkan kembali semua jalan komunikasi yang sudah rusak
Now you bring it up, I'm gonna ring it up
Sekarang kau mengungkitnya, aku akan menyuarakannya
Just to hear you sing it out
Hanya untuk mendengarmu menyanyikannya dengan lantang
Step from the road to the sea to the sky
Melangkah dari jalanan, menuju laut, hingga ke langit
And I do believe what we rely on
Dan aku sangat percaya pada apa yang kita gantungkan
When I lay it on, come, get to play it up
Saat aku memulainya, ayo, mari kita mainkan
All my life to sacrifice
Seluruh hidupku untuk dikorbankan

[Refrain: Anthony Kiedis & John Frusciante]
Hey, oh

Hei, oh
Listen what I say, oh-oh
Dengarkan apa yang aku katakan, oh-oh
I got your hey, oh
Aku mengerti maksudmu, hei, oh
Listen what I say, oh-oh
Dengarkan apa yang aku katakan, oh-oh

[Pre-Chorus: Anthony Kiedis with John Frusciante]
The more I see, the less I know

Semakin banyak yang aku lihat, semakin sedikit yang aku tahu
The more I like to let it go
Semakin aku ingin melepaskan semuanya
Hey, oh, wo-oh-oh-oh-wo
Hei, oh, wo-oh-oh-oh-wo

[Chorus: Anthony Kiedis with John Frusciante]
Deep beneath the cover of another perfect wonder

Jauh di bawah selimut keajaiban indah lainnya
Where it's so white as snow
Di mana semuanya terlihat sangat putih seperti salju
Privately divided by a world so undecided
Secara diam-diam terpisah oleh dunia yang sangat bimbang
And there's nowhere to go
Dan tidak ada tempat lain untuk pergi
In between the cover of another perfect wonder
Di antara selimut keajaiban indah lainnya
Where it's so white as snow
Di mana semuanya sangat putih seperti salju
Runnin' through the field where all my tracks will be concealed
Berlari melintasi padang salju di mana semua jejak kakiku akan tertutup rapat
And there's nowhere to go
Dan tidak ada tempat lain untuk pergi

[Post-Chorus: Anthony Kiedis, John Frusciante]
I said, hey, hey, yeah, ah, yeah (Ooh, ooh, ooh)

Aku berkata, hei, hei, ya, ah, ya (Ooh, ooh, ooh)
Tell my love now
Beritahu cintaku sekarang
Hey, hey, yeah, ah, yeah (Ooh, ooh, ooh)
Hei, hei, ya, ah, ya (Ooh, ooh, ooh)
Tell my love now
Beritahu cintaku sekarang

[Chorus: Anthony Kiedis with John Frusciante]
Deep beneath the cover of another perfect wonder

Jauh di bawah selimut keajaiban indah lainnya
Where it's so white as snow
Di mana semuanya terlihat sangat putih seperti salju
Privately divided by a world so undecided
Secara diam-diam terpisah oleh dunia yang sangat bimbang
And there's nowhere to go
Dan tidak ada tempat lain untuk pergi
Deep beneath the cover of another perfect wonder
Jauh di bawah selimut keajaiban indah lainnya
Where it's so white as snow
Di mana semuanya terlihat sangat putih seperti salju
Runnin' through the field where all my tracks will be concealed
Berlari melintasi padang salju di mana semua jejak kakiku akan tertutup rapat
And there's nowhere to go (Woo)
Dan tidak ada tempat lain untuk pergi (Woo)

[Post-Chorus: Anthony Kiedis, John Frusciante]
I said, hey, ah, yeah, ah, yeah (Ooh, ooh, ooh)

Aku berkata, hei, ah, ya, ah, ya (Ooh, ooh, ooh)
Tell my love now
Beritahu cintaku sekarang
Hey, ye-yeah, oh, yeah (Ooh, ooh, ooh)
Hei, ya-ya, oh, ya (Ooh, ooh, ooh)

Musik dan Video Klip Lagu

Informasi Lirik Lagu

Judul Lagu: Snow (Hey Oh)
Penyanyi: Red Hot Chili Peppers
Penulis Lirik: Anthony Kiedis, Flea, John Frusciante, Chad Smith
Dirilis: 20 November 2006
Album: Stadium Arcadium (2006)
Label: Warner Bros. Records
Genre: Alternative Rock, Soft Rock

Posting Komentar