Makna dan Lirik Lagu Tak Ada yang Abadi Milik NOAH (Peterpan)

Makna lagu "Tak Ada yang Abadi" menceritakan tentang kehidupan yang sifatnya tak kekal atau tak bisa bertahan selamanya. Dalam artian bahwa segala ses

Tak Ada yang Abadi adalah lagu dari grup musik Indonesia, NOAH (dahulu bernama Peterpan). Lagu ini merupakan salah satu dari empat lagu baru dalam album kompilasi hit terbaik terakhir Peterpan yang berjudul Sebuah Nama, Sebuah Cerita. Album ini menandai berakhirnya penggunaan nama Peterpan menjadi NOAH. Dengan mengangkat tema tentang hal-hal yang tak bisa bertahan selamanya, ini adalah lagu perenungan terdalam sang vokalis, Ariel. Berikut merupakan makna arti dari lirik lagu Tak Ada yang Abadi Milik NOAH versi koranmusik.com.

Daftar isi

Makna Lirik

Makna lagu "Tak Ada yang Abadi" menceritakan tentang kehidupan yang sifatnya tak kekal atau tak bisa bertahan selamanya. Dalam artian bahwa segala sesuatu dalam hidup entah itu hubungan, cinta, materi, popularitas, maupun umur seseorang, bersifat sementara dan dapat berubah kapan saja.

Bagi Ariel yang menulis lagunya sendiri, "Tak Ada yang Abadi" adalah lagu paling personal yang pernah ia tulis. Hal tersebut ia ungkapkan dalam podcast YouTube kanal Raditya Dika berjudul "Cara Ariel NOAH Bikin Lagu". Ketika ditanya lagu mana yang paling personal baginya, Ariel kemudian menjabarkan:

"Tak ada yang abadi sebenernya ceritanya tetantang kehidupan sih.. kalau kita lihat segala sesuatu termasuk perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup.. misalnya kaya.. fame, friendship , realitionship, dan macem-macem yang ada jadi gak ada hampir semua hal semuanya kayak gitu sih. ketika kontenplasi kayanya cocok buat angkat tema itu - Sumber: YouTube kanal Raditya Dika (15 Mei 2019)"

Dari keterangan tersebut, Ariel berusaha menjabarkan bahwa hidup ini penuh dengan perubahan. Fame (popularitas) yang dulu begitu besar bisa memudar, friendship (pertemanan) yang erat bisa merenggang, dan relationship (hubungan asmara) yang indah bisa berakhir. Semua yang tadinya ada bisa menjadi tidak ada, dan momen kontemplasi itulah yang kemudian melahirkan lagu ini.

Adapun rumor yang berkembang di kalangan penggemar, ada yang menyebut bahwa lagu ini terinspirasi dari hubungan cinta Ariel dengan kekasihnya yang kandas. Sementara rumor lain juga mengungkapkan bahwa lagu ini menjadi ungkapan perasaan Ariel atas pergantian nama band mereka dari Peterpan menjadi NOAH. Peterpan resmi berganti nama menjadi NOAH pada 2 Agustus 2012, menandai awal perjalanan baru setelah perpisahan internal dengan mantan anggota, Andika dan Indra, yang dikeluarkan pada Oktober 2006.

Jadi, lagu ini pada dasarnya adalah sebuah karya yang sangat simbolis untuk memberikan pandangan bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Bagi Ariel, segala hal pasti berubah selayaknya kisah cinta yang bisa berakhir dengan perpisahan, teman akan hilang, dan kehidupan yang pada akhirnya akan menemui kematian.

Analisis Lirik (Per-bait)

Baiklah, diantara kalian pasti bertanya-tanya tentang apa arti makna mendalam dari lirik lagu Tak Ada yang Abadi?. Tanpa basa-basi lagi, mari kita analisis bait-bait liriknya secara mendalam, detil dan lengkap.

Lirik 1:
Takkan selamanya raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang
Takkan selamanya tanganku mendekapmu

Makna lirik 1: Pada bait pembuka ini, Ariel mengajak pendengar untuk menyadari satu kebenaran yang sering kita hindari, kalau segala sesuatu di dunia ini tidak diciptakan untuk bertahan selamanya.

Lirik "Takkan selamanya tanganku mendekapmu" adalah ungkapan yang jujur kalau apa pun yang selama ini kita peluk erat, yang kita jaga dengan segenap tenaga, suatu saat pasti akan terlepas dari jangkauan kita. Pelepasan itu bisa datang dari dua arah, bisa karena kita sendiri yang tak lagi mampu mendekap, sebagaimana diisyaratkan dalam lirik "Seperti alunan detak jantungku, tak bertahan melawan waktu" lirik ini adalah sebuah pengandaian kalau bahkan jantung yang paling setia memompa kehidupan pun pada akhirnya akan berhenti berdetak.

Atau bisa juga karena hal yang kita cintai itu sendiri yang memudar, terlepas dan pergi, seperti diungkapkan dalam "Dan semua keindahan yang memudar, atau cinta yang telah hilang." Keindahan yang kita kagumi, entah itu wajah, hubungan, masa muda, atau momen kebahagiaan semuanya tunduk pada hukum waktu yang tak pernah berhenti berputar.

Lirik 2:
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

Makna lirik 2: Bait ini adalah reff/chorus yang terus diulang sepanjang lagu. Pengulangan ini bukan sesuatu yang kebetulan, melainkan sebuah penegasan yang sengaja ditanamkan ke dalam benak pendengar kalau di dunia ini, tak ada satu pun hal yang bersifat kekal dan ada batas waktunya.

Lewat pengulangan ini, Ariel juga berusaha menyampaikan fakta jika segala suatu hal di dunia ini memiliki awal dan akhir. Dengan kata lain, semesta itu seolah punya batasan waktu. Ada kelahiran, ada kematian. Ada siang, ada malam. Ada pertemuan, ada perpisahan. Tidak ada yang luput dari hukum ini. Bintang-bintang di langit pun suatu saat akan padam, dan peradaban yang paling megah pada akhirnya akan menjadi reruntuhan. Semesta ini benar-benar bersifat sementara, tak abadi dan fana.

Lirik 3:
Oh, biarkan
Aku bernafas sejenak
Sebelum hilang

Makna lirik 3: Setelah menyadari bahwa segala sesuatu di dunia ini tak ada yang abadi, Ariel sejenak menarik napas panjang secara emosional. Bait "Oh, biarkan / Aku bernafas sejenak" juga seolah menggambarkan keinginan untuk berhenti sejenak di tengah arus kehidupan yang terus mengalir tanpa ampun. Ariel meminta waktu walau hanya sesaat, untuk meresapi, merenungkan, dan menghirup udara kehidupan sebelum semuanya berlalu.

Ada kedalaman yang menghantui dalam frasa "Sebelum hilang". Kehidupan itu sendiri tak ubahnya hembusan napas. Kita menariknya tanpa berpikir, kita menghembuskannya tanpa sadar, dan suatu ketika, napas yang kita hirup bisa jadi adalah napas terakhir, tanpa kita sempat menyadarinya.

lirik 4:
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti

Makna lirik 4: Bait penutup ini adalah puncak dari seluruh filosofi yang dibangun Ariel sepanjang lagu. Lirik "Jiwa yang lama segera pergi" bisa bermakna kalau manusia yang hidup hari ini akan mati esok hari, digantikan oleh generasi baru yang datang dengan nafas segar dan cerita mereka sendiri. Cinta yang lama pun bisa kandas, tergantikan oleh cinta baru yang mungkin tak pernah kita duga sebelumnya.

Dalam konteks perjalanan Ariel dan bandnya, bait ini memiliki makna yang sangat personal. Yaitu selayaknya Peterpan yang bertransformasi menjadi NOAH, yang lama harus rela pergi agar yang baru bisa hadir. Nama berubah, formasi berubah, era berubah, tetapi esensi musik dan pesan tetap mengalir. Ini adalah bukti nyata bahwa tak ada yang konstan di dunia ini selain perubahan itu sendiri.

Dunia memang berputar oleh siklus yang demikian. Yang lama mati, yang baru lahir dan begitulah seterusnya sampai semuanya pada akhirnya musnah.

Kesimpulan

Lagu "Tak Ada Yang Abadi" adalah sebuah renungan yang berusaha menyampaikan pesan kalau Ketidakabadian adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Raga akan rapuh, detak jantung akan berhenti, keindahan akan memudar, dan cinta bisa sirna. Pada akhirnya, semesta ini benar-benar bersifat sementara, dan tak abadi.

Pesan Moral

Pesan moral yang dapat dipetik dari lagu "Tak Ada Yang Abadi" karya NOAH (Peterpan), pertama bahwa lewat lagu ini, NOAH seolah mengajak pendengarnya untuk menghargai setiap momen. Karena segala sesuatu bersifat sementara, setiap detik yang kita jalani adalah anugerah yang tak akan pernah terulang. Jangan menunda untuk mencintai, memaafkan, atau mengungkapkan rasa syukur karena kesempatan itu bisa hilang kapan saja, secepat hembusan napas yang tak kita sadari.

Kedua, lagu ini juga mengajarkan pada siapapun untuk belajar melepaskan dengan ikhlas. Dengan kata lain bahwa keikhlasan untuk melepaskan baik itu cinta, masa lalu, orang yang kita sayangi, atau versi lama dari diri kita sendiri adalah bentuk kedewasaan tertinggi. Seperti Ariel yang merelakan Peterpan bertransformasi menjadi NOAH, melepaskan bukan berarti kalah, melainkan memberi ruang bagi sesuatu yang baru untuk tumbuh.

Pesan yang terakhir adalah sebuah pengertian bagi para pendengar kalau perubahan itu bukanlah musuh, melainkan Keniscayaan. Dunia terus berputar, dan perubahan adalah satu-satunya hal yang konstan. Alih-alih melawan arus, kita diajak untuk menerima dan beradaptasi. Yang lama pergi, yang baru datang, itulah siklus kehidupan yang tak bisa ditawar.

Lirik Lagu

[Verse 1]
Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang

[Chorus]
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

[Bridge]
Oh, biarkan
Aku bernafas sejenak
Sebelum hilang

[Verse 2]
Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti

[Chorus]
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

[Outro]
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

Musik dan Video Klip

Informasi Lirik

Judul Lagu: Tak Ada yang Abadi
Penyanyi: NOAH (Peterpan)
Album: Sebuah Nama, Sebuah Cerita (2008)
Penulis Lagu: Nazril Irham (Ariel)
Label: Musica Studios
Genre: Indonesian Indie, Pop-Rock