Makna dan Arti Lirik Lagu Hands Held High Milik Linkin Park

Hands Held High adalah salah satu lagu Linkin Park yang masuk dalam album Minutes to Midnight (2007). Dengan rap kental disepanjang lagu, Linkin Park seolah berusaha membedah tentang peperangan, politik dan kemanusiaan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Berikut merupakan makna dan arti terjemahan dari lirik lagu Hands Held High milik Linkin Park, versi koranmusik.com.

Daftar isi

Makna Lirik

Lagu ini merupakan kritik terhadap kebijakan Amerika Serikat yang melancarkan perang ke wilayah Timur Tengah, terutama invasi ke Irak pada tahun 2003. Bagi banyak orang, perang tersebut dilakukan tanpa alasan yang benar-benar jelas. Alasan resmi yang disampaikan oleh pemerintah terus menjadi bahan perdebatan, sementara di mata banyak pengamat, kepentingan politik dan ekonomi (termasuk perebutan pengaruh serta sumber daya minyak) justru terlihat jauh lebih dominan dibandingkan alasan kemanusiaan.

Lagu ini mengajak pendengarnya untuk melihat perang dari sudut pandang yang paling sederhana, yaitu sudut pandang manusia biasa yang menjadi korban.

Bayangkan seseorang yang sedang menjalankan ibadah. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit, berdoa dengan penuh harapan di dalam sebuah rumah ibadah. Di sana tidak ada niat untuk membenci, dan tidak ada niat untuk menyerang siapa pun. Yang ada hanyalah keyakinan kepada Tuhan, serta harapan dan perjuangan tulus agar hidupnya menjadi lebih baik.

Lalu tanpa ada peringatan, suara ledakan menghancurkan segalanya. Bom jatuh, bangunan runtuh, dan tempat yang seharusnya menjadi simbol kedamaian seketika berubah menjadi lautan debu, kobaran api, dan tangisan. Orang-orang yang beberapa detik sebelumnya sedang berdoa, tiba-tiba harus terpisah karena kehilangan keluarganya.

Di situlah letak kritik terbesar dari lagu ini. Ketika perang dimulai, mereka yang paling menderita hampir selalu bukan para pemimpin yang sok tahu. Korban terbesarnya justru adalah masyarakat biasa yang sama sekali tidak memiliki kuasa atas apa pun.

Mike Shinoda kemudian mempertanyakan bagaimana sebuah perang dapat dibenarkan dengan begitu mudah. Dalam liriknya, ia menggambarkan bagaimana propaganda mampu mengubah cara pandang masyarakat luas. Ketika sebuah negara ingin berperang, selalu ada narasi yang sengaja dibangun agar perang tersebut terlihat benar dan suci. Agama pun sering kali ikut diseret ke dalam pusaran konflik tersebut. Ayat-ayat kitab suci dipelintir, dipotong sebagian, lalu digunakan sebagai pembenaran atas tindakan yang sebenarnya murni didasari oleh kepentingan pribadi semata. Akibatnya, orang-orang yang tidak bersalah justru menjadi sasaran tuduhan. Ayat-ayat suci diubah maknanya untuk melabeli mereka sebagai teroris, pemberontak, musuh, atau monster yang harus dibunuh, hanya karena mereka menyuarakan pandangan yang tidak sama.

Pada lirik "Like they understand you in the back of the jet, when you can't put gas in your tank" bahwa mereka yang disebut teroris dituduh membajak pesawat untuk menabrak menara kembar WTC. Padahal banyak masyarakat berpandangan kalau itu tak akan pernah mungkin, jangankan menerbangkan pesawat, mengisi bahan bakar pesawat jet saja teroris itu belum tentu bisa.

Pada wawancaranya dengan Spotify Mike Shinoda lantas menjelaskan "Saya sedang menggunakan komputer dan saya melihat sebuah artikel tentang tentara Amerika di Irak yang telah menyaksikan segala kengerian itu. Sebagian lagu ini, banyak terinspirasi dari kutipan Jean-Paul Sartre bahwa ketika orang kaya berperang, orang miskinlah yang akan mati."

Inilah yang membuat Hands Held High terasa begitu menyakitkan. Lagu ini tidak sedang membela satu negara atau menyalahkan negara lain secara mutlak. Yang dibela murni adalah nilai kemanusiaan. Linkin Park mengingatkan kita bahwa ketika perang terjadi, yang paling hancur bukan hanya gedung-gedung atau kota-kota, melainkan kehidupan manusia yang tidak pernah memilih untuk menjadi bagian dari konflik tersebut.

Pada akhirnya, Hands Held High merangkum sebuah kenyataan bahwa dunia bisa menjadi tempat yang sangat mengerikan ketika kepentingan, berhasil mengalahkan nilai kemanusiaan. Bahkan sesuatu yang seharusnya membawa kedamaian, seperti agama dan kitab suci, dapat dimanipulasi dan dipelintir menjadi alat untuk membenarkan sesuatu.

Sebagai salah satu lagu yang masuk dalam album Minutes to Midnight yang menitikberatkan pada perenungan-perenungan manusia, konteks lagu ini juga bersifat universal. Lagu ini menyoroti kenyataan bahwa dunia bisa menjadi kejam ketika kamu bukan siapa-siapa. Kamu akan dengan mudah dituduh, tidak dipercaya, dan disalahpahami oleh orang-orang yang punya kuasa, tanpa kamu memiliki kendali untuk membalasnya.

Arti Lirik

Judul Hands Held High sendiri memiliki makna yang sangat kuat. Tangan yang terangkat dapat dimaknai sebagai tangan yang sedang berdoa, memohon pertolongan kepada Tuhan. Namun di saat yang sama, tangan yang terangkat juga bisa berarti penyerahan diri, sebuah tanda bahwa seseorang sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk melawan. Tragisnya, dalam kondisi tidak berdaya itu pun, mereka justru terus diserang.

[Verse 1: Mike Shinoda]
Turn my mic up louder, I got to say somethin'

Besarkan suara mikrofonku, ada hal yang harus kukatakan
Lightweights, step it aside when we come in
Yang merasa lemah, minggirlah saat kami akan berbicara
Feel it in your chest, the syllables get pumpin'
Rasakan di dadamu, suku kata yang bergelora ini
People on the street, they panic and start running
Orang-orang di jalan, mereka panik dan mulai berlarian
Words on loose-leaf sheet complete comin'
Kata-kata di lembaran kertas lusuh kan sepenuhnya datang
I jump in my mind and summon the rhyme I'm dumpin'
Aku menyelami pikiranku dan memanggil irama untuk menumpahkannya
Healing the blind, I promise to let the sun in
Tuk menyembuhkan mereka yang buta, aku berjanji membiarkan matahari bersinar
Sick of the dark ways we march to the drummin'
Sesakit itu lalui gelapnya jalananan dimana kita berbaris tunduk oleh perintah
Jump when they tell us that they wanna see jumpin'
Kitapun melompat saat mereka menyuruh kita untuk melompat
F*ck that, I wanna see some fists pumpin'
P*rsetan dengan hal itu, aku ingin melihat kepalan tangan terangkat
Risk something, take back what's yours
Ambilah risiko, rebut kembali apa yang menjadi milikmu
Say somethin' that you know, they might attack you for
Katakanlah sesuatu yang kau pahami, lalu mereka mungkin akan menyerangmu
'Cause I'm sick of being treated like I have before
Karena aku sakit diperlakukan seperti yang sudah-sudah
Like it's stupid standin' for what I'm standin' for
Diperlalukan seolah-olah orang bodoh karena mempertahankan apa yang kuperjuangkan
Like this war's really just a different brand of war
Seolah perang ini hanyalah jenis perang yang berbeda
Like it doesn't cater to rich and abandon poor
Seolah ini tak menguntungkan si kaya dan menelantarkan si miskin
Like they understand you in the back of the jet
Seolah mereka memahami kalau kau ada di kursi belakang pesawat jet
When you can't put gas in your tank
Padahal kau bahkan tak bisa mengisi bensin ditengkinya
These fuckers are laughin' their way to the bank and cashin' the check
Para keparat ini lantas tertawa lepas menuju bank dan mencairkan uangnya
Askin' you to have compassion and have some respect
Sambil memintamu untuk punya belas kasih dan rasa hormat

[Pre-Chorus: Mike Shinoda]
For a leader so nervous in an obvious way

Teruntuk seorang penguasa yang gugupnya tak bisa ditutupi
Stutterin' and mumblin' for nightly news to replay
Seolah gagap dan bergumam didalam siaran berita malam yang diulang-ulang
And the rest of the world watchin' at the end of the day
Dan seluruh dunia menontonnya di penghujung hari
In the livin' room laughin', like, "What did he say?"
Di ruang keluarga merekapun tertawa, seperti, "Apa sih yang dia katakan?"

[Chorus: Chester Bennington]
Amen, amen
Amen, amen
Amen

[Verse 2: Mike Shinoda]
In my livin' room watching, but I am not laughin'

Aku terus menonton di ruang keluarga, tapi aku tak tertawa
'Cause when it gets tense, I know what might happen
Karena saat keadaan memanas, aku tahu apa yang mungkin terjadi
The world is cold, the bold men take action
Dunia ini kejam, seseorang yang sok kuasa bisa mengambil tindakan
Have to react or get blown into fractions
Harus bereaksi atau kau kan hancur berkeping-keping
Ten years old there, somethin' to see
Anak seusia sepuluhan tahun, sebuah pemandangan nyata
Another kid my age drugged under a Jeep
Anak lain seusiaku dibius di bawah mobil Jeep
Taken and bound, and found later under a tree
Diculik dan diikat, lalu ditemukan kemudian di bawah pohon
I wonder, if he had thought the next one could be me
Aku ingin tahu. apakah dia mengira kalau korban yang berikutnya adalah aku
Do you see the soldiers that are out today?
Apa kau melihat para tentara yang berjaga hari ini?
They brush the dust from bulletproof vests away
Mereka mengibaskan debu dari rompi antipeluru mereka
It's ironic, at times like this you'd pray
Sungguh ironis, pada saat-saat ketika kau akan berdoa
But a bomb blew the mosque up, yesterday
Sebuah bom kemudian meledak di masjid, kemarin
There's bombs on the buses, bikes, roads
Ada banyak bom meledak di bus, sepeda, jalan
Inside your market, your shops, your clothes
Di dalam pasarmu, toko-tokomu, pakaianmu
My dad, he's got a lot of fear, I know
Ayah ku, dia punya banyak ketakutan, aku mengetahuinya
But enough pride inside not to let that show
Tapi punya cukup harga diri untuk tak membiarkannya terlihat
My brother had a book he would hold with pride
Adikku punya sebuah buku yang ia pegang dengan keberanian
A little red cover with a broken spine on the back
(Sebuah buku) kecil dengan sampul merah yang telah rusak dibagian belakangnya
He hand-wrote a quote, inside
Didalam-nya ia menulis sebuah kutipan
"When the rich wage war, it's the poor who die"
"Saat orang kaya mengobarkan perang, orang miskinlah yang akan mati"

[Pre-Chorus: Mike Shinoda]
Meanwhile, the leader just talks away

Sementara itu, sang penguasa terus saja bicara
Stutterin' and mumblin' for nightly news to replay
Seolah gagap dan bergumam didalam siaran berita malam yang diulang-ulang
The rest of the world watchin', at the end of the day
Seluruh dunia menontonnya, di penghujung hari
Both scared and angry, like, "What did he say?"
Bersama rasa takut dan amarah, seperti, "Apa sih yang dia katakan?"

[Chorus: Chester Bennington]
Amen, amen
Amen, amen
Amen

[Outro: Chester Bennington]
With hands held high into a sky so blue (Amen)

Dengan tangan terangkat tinggi ke langit yang begitu biru
As the ocean opens up to swallow you (Amen)
Seolah lautan terbuka untuk menelan mu
With hands held high into a sky so blue (Amen)
Dengan tangan terangkat tinggi ke langit yang begitu biru
As the ocean opens up to swallow you (Amen)
Seolah lautan terbuka untuk menelan mu
With hands held high into a sky so blue (Amen)
Dengan tangan terangkat tinggi ke langit yang begitu biru
As the ocean opens up to swallow you (Amen)
Seolah lautan terbuka untuk menelan mu
With hands held high into a sky so blue (Amen)
Dengan tangan terangkat tinggi ke langit yang begitu biru
As the ocean opens up to swallow you (Amen)
Seolah lautan terbuka untuk menelan mu
With hands held high into a sky so blue (Amen)
Dengan tangan terangkat tinggi ke langit yang begitu biru
As the ocean opens up to swallow you (Amen)
Seolah lautan terbuka untuk menelan mu
With hands held high into a sky so blue (Amen)
Dengan tangan terangkat tinggi ke langit yang begitu biru
As the ocean opens up to swallow you (Amen)
Seolah lautan terbuka untuk menelan mu

Musik dan Video Klip Lagu

Informasi Lirik Lagu

Judul Lagu: Hands Held High
Penyanyi: Linkin Park
Penulis: Mike Shinoda, Chester Bennington, Dave Farrell, Brad Delson, Rob Bourdon, Mr. Hahn
Dirilis: 14 Mei 2007
Album: Minutes to Midnight (2007)
Label: Warner Bros
Genre: Rap