Makna dan Arti Lirik Lagu What Was I Made For? Milik Billie Eilish

Makna lagu What Was I Made For? menceritakan kisah tentang billie eilish yang hatinya mati rasa, selayaknya boneka Barbie. Sebuah boneka yang diciptak

Memenangkan penghargaan Golden Globe, dan masuk nominasi penghargaan Grammy Award tahun 2024 untuk kategori best pop solo performance. Menjadi lagu terpopuler pada tahun 2023 dengan 600 juta pendengar di aplikasi Spotify. Tak diragukan lagi bahwa lagu What Was I Made For? adalah salah satu maha karya terbesar yang pernah diciptakan oleh Billie Eilish.

Lagu What Was I Made For? miliknya Billie Eilish ini, adalah soundtrack film Barbie. Proses penulisan lagu dimulai pada Januari 2023, dimana Billie Eilish harus terlebih dulu menonton film Barbie di studio Warner Bros, agar bisa merumuskan liriknya. Sehingga jelaslah kalau tema dari lirik lagunya, tentunya berpusat pada cerita film Barbie. Berikut merupakan makna dan arti dari lirik lagu What Was I Made For? milik Billie Eilish.

Daftar isi

Makna Lirik

Makna lagu What Was I Made For? menceritakan kisah tentang billie eilish yang hatinya mati rasa, selayaknya boneka Barbie. Sebuah boneka yang diciptakan sebagai simbol kesempurnaan perempuan, dengan wajah yang menawan dan penampilan yang nyaris tanpa cela. Namun, seindah apa pun boneka itu, ia tetaplah benda mati yang tidak memiliki perasaan, hati, atau cinta.

Sebagai soundtrack utama film Barbie, tema dalam lagu ini memang sejalan dengan pesan film Barbie yang ingin mengangkat isu tentang tekanan sosial terhadap perempuan. Film tersebut menunjukkan bagaimana perempuan sering dituntut untuk menjadi luar biasa, yaitu harus cantik, hebat, pintar, dan menarik agar dianggap berharga. Dalam makna yang lebih mendalam, Barbie pada awalnya merupakan ikon feminisme yang memberi inspirasi bagi perempuan untuk percaya diri dan tampil sempurna. Namun, seiring waktu, banyak pihak mulai mengkritik Barbie karena dianggap menanamkan standar kecantikan yang tidak realistis dan membentuk stereotip berbahaya tentang tubuh perempuan.

Billie Eilish, sebagai musisi muda yang sepanjang hidupnya selalu dipandang publik dan diharapkan tampil sempurna, merasa sangat terhubung dengan tema tersebut. Ia menyadari bahwa ekspektasi untuk selalu terlihat cantik, berperilaku sopan, dan tampil tanpa cela sangat melelahkan. Dalam wawancaranya pada saat perilisan film Barbie tahun 2023, Billie mengungkapkan:

It is literally impossible to be a woman. You are so beautiful, and so smart, and it kills me that you don’t think you’re good enough. Like, we have to always be extraordinary, but somehow we’re always doing it wrong. – Sumber; Barbie Film 2023

Dalam wawancara ini, Billie Eilish seolah ingin mengungkapkan pandangannya tentang betapa sulitnya menjadi seorang perempuan di dunia yang serba menuntut kesempurnaan. Ia menyampaikan pesan bahwa perempuan sudah seharusnya dihargai bukan karena kesempurnaan, tetapi karena kejujuran dan keberanian mereka untuk menjadi diri sendiri.

Pada bagian awal lagu, Eilish menggambarkan bagaimana citra Barbie melekat kuat di benak banyak perempuan. Pada lirik 'I used to float, now I just fall down', Billie berusaha menggambarkan bahwa Barbie merupakan sosok perempuan yang riang gembira, berjingkrak, dan melayang bagaikan seorang balerina. Makna tersembunyinya bisa diartikan sebagai kegelisahan banyak perempuan yang berusaha meniru kesempurnaan seperti Barbie yang melayang bebas (float), namun akhirnya menyadari bahwa kehidupan nyata tidak seindah itu.

Di bagian kedua lagu, Eilish menyoroti paradoks antara kesempurnaan luar dan kekosongan batin. Lewat lirik 'Takin' a drive, I was an ideal, looked so alive, turns out I'm not real', ia menyindir gambaran 'perempuan ideal'yang tampak bahagia dan hidup, padahal dalam kenyataan tidak benar-benar 'nyata.' Pesan ini memperlihatkan bahwa tidak ada manusia yang sungguh sempurna, karena setiap orang memiliki kelemahan dan celah yang membuatnya manusiawi.

Pada bagian chorus, Billie Eilish menekankan bahwa kesempurnaan bukan jaminan kebahagiaan. Dalam lirik seperti 'Cause I, I, I don't know how to feel, but I wanna try', Billie seolah menggambarkan kondisi batin seorang perempuan yang begitu cantik dan sempurna, tetapi kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi. Sosok tersebut hidup dalam kehampaan, seperti boneka Barbie yang hanya terlihat menawan di luar, namun kosong di dalam.

Menjelang akhir lagu, lirik pertanyaan seperti 'Was I made for?' sering diulang-ulang, sebuah kalimat yang menggambarkan kebingungan dan pencarian makna diri. Barbie, dengan segala kecantikan dan kebaikannya, tetap mempertanyakan tujuan keberadaannya di dunia. Pertanyaan ini menjadi simbol pencarian identitas, bukan hanya untuk Barbie, tetapi juga untuk manusia pada umumnya.

Pada akhirnya, lagu ini menggambarkan wanita yang tampak sempurna namun kehilangan makna dalam hidupnya. Sosok Barbie dijadikan metafora tentang kesempurnaan yang hampa. Melalui pesan moralnya, Billie Eilish ingin menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada penampilan luar, tetapi pada ketulusan hati dan kemampuan untuk mencintai serta merasa.

Pesan tersebut senada dengan makna utama film Barbie, yaitu bahwa seorang perempuan tidak harus menjadi luar biasa agar bisa dihargai. Karena sejatinya, manusia itu dilahirkan dengan ketidaksempurnaan.

Arti Lirik

Arti kata Was I Made For? dalam terjemahan bahasa indonesia adalah 'Untuk apa aku diciptakan?' atau bisa juga 'Aku terlahir untuk apa'. Kata ini merujuk pada pemikiran Barbie, yang bertanya-tanya untuk apa dirinya diciptakan? ia adalah boneka cantik, boneka baik, tapi tetap saja ia adalah boneka. Yang merupakan benda mati dan tak memiliki hati, cinta, atau rasa.

[Verse 1]
I used to float, now I just fall down
Dulu aku melayang tinggi, sekarang aku jatuh tenggelam
I used to know, but I'm not sure now
Dulu aku memahami, tapi sekarang aku tak yakin
What I was made for
Untuk apa aku diciptakan
What was I made for?
Untuk apa aku diciptakan?

[Verse 2]
Takin' a drive, I was an ideal
Kuambil kendali, akulah manusia sempurna
Looked so alive, turns out I'm not real
Terlihat begitu hidup, ternyata aku tak nyata
Just 'somethin' you paid for
Hanya 'sesuatu benda' yang bisa kau beli
What was I made for?
Untuk apa aku diciptakan?

[Chorus/Reff]
'Cause I, I
Karena aku
I don't know how to feel
Aku tak tahu cara merasakan
But I wanna try
Tapi aku kan mencoba
I don't know how to feel
Aku tak tahu cara merasakan
But someday, I might
Tapi suatu hari nanti, mungkin aku bisa
Someday, I might
Suatu hari nanti, mungkin aku bisa

[Post-Chorus]
Mm, mm, ah
Mm, mm, mm

[Verse 3]
When did it end? All the enjoyment

Kapan hal ini kan berakhir? Segala kesenangan ini
I'm sad again, don't tell my boyfriend
Aku sedih lagi, jangan beritahu pacarku
It's not what he's made for
Segalanya tak seperti yang dia ciptakan
What was I made for?
Untuk apa aku diciptakan?

[Chorus/Reff]
'Cause I, I

Karena aku
I don't know how to feel
Aku tak tahu cara merasakan
But I wanna try
Tapi aku kan mencoba
I don't know how to feel
Aku tak tahu cara merasakan
But someday, I might
Tapi suatu hari nanti, mungkin aku bisa
Someday, I might
Suatu hari nanti, mungkin aku bisa

[Outro]
Think I forgot how to be happy

Sepertinya aku lupa bagaimana caranya tuk bahagia
Somethin' I'm not, but somethin' I can be
Sesuatu yang bukan kemauanku, adalah sesuatu yang kubisa
Somethin' I wait for
Sesuatu yang ku tunggu
Somethin' I'm made for
Sesuatu yang menciptakanku
Somethin' I'm made for
Sesuatu yang menciptakanku

Musik dan Video Klip

Informasi Lirik

Judul Lagu: What Was I Made For?
Penyanyi: Billie Eilish
Penulis: Billie Eilish, Finneas O'Connelly
Dirilis: 13 Juli 2023
Album: single
Label: Darkroom, Interscope
Genre: Pop

Baca berita dan artikel menarik lain koranmusik.com, di Google News